Pemanfaatan media Virtual Reality (VR) dalam bentuk virtual tour di bidang sejarah memungkinkan pengguna menjelajahi situs dan bangunan bersejarah secara imersif tanpa harus hadir secara fisik. Melalui teknologi ini, pengguna dapat bergerak dalam lingkungan tiga dimensi, mengamati detail arsitektur, serta memahami konteks ruang dan fungsi suatu lokasi secara lebih nyata.
Dalam konteks pendidikan dan pelestarian budaya, virtual tour memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan interaktif dibandingkan media konvensional. Pengguna tidak hanya membaca atau melihat gambar, tetapi juga “mengalami” suasana sejarah secara langsung. Selain itu, teknologi ini berperan penting dalam konservasi digital, khususnya untuk mendokumentasikan situs bersejarah yang rentan rusak atau sulit diakses. Dengan demikian, Virtual Reality menjadi media inovatif yang menjembatani pembelajaran sejarah dengan pengalaman eksplorasi yang realistis dan menarik.