Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pelestarian budaya membuka pendekatan baru yang menggabungkan teknologi dengan warisan tradisional. Melalui AI, pola, struktur, dan makna budaya dapat dianalisis, direkonstruksi, hingga dihasilkan kembali dalam bentuk media digital yang adaptif dan interaktif. Pendekatan ini tidak hanya mendokumentasikan, tetapi juga “menghidupkan kembali” warisan budaya dalam konteks kekinian.
Pada pengembangan seperti D-Batik, AI digunakan untuk mempelajari motif batik tradisional, membuat motif dengan teknologi layar sentuh yang kemudian menghasilkan variasi desain baru tanpa menghilangkan karakter estetika aslinya. Sementara itu, pada Virtual Tour Borobudur dan Lawang Sewu, AI berperan dalam optimalisasi visual, rekonstruksi ruang, serta penyajian informasi berbasis interaksi pengguna. Teknologi ini memungkinkan pengalaman eksplorasi yang lebih cerdas, personal, dan kontekstual.
Dengan demikian, integrasi AI dalam media digital tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi sebagai katalis dalam menjaga keberlanjutan budaya. AI menjembatani masa lalu dan masa depan, memastikan bahwa warisan budaya tetap relevan, dapat diakses, dan terus berkembang di era transformasi digital.